Home Artikel Seni Mengenal Mitos Munding Dongkol yang Bisa Merenggut Nyawa Manusia

Mengenal Mitos Munding Dongkol yang Bisa Merenggut Nyawa Manusia

576
0
SHARE
Latihan Pertunjukan Teater Munding Dongkol di Gedung Indonesia Menggugat

Laporan Wartawan Tribun Jabar Putri Puspita

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG – Pernah mendengar sebutan Munding Dongkol ?

Munding Dongkol adalah mitos di kawasan Bandung Raya berbentuk kerbau yang disebut sebagai penguasa air.

Munding Dongkol dianggap sebagai siluman yang membahayakan hingga mampu merenggut nyawa manusia.

Sutradara teater Bandoengmooi, Hermana HMT menceritakan pengalaman masa kecilnya.

Ketika itu temannya mengalami dikejar oleh Munding Dongkol hingga menangis.

“Hingga sekarang cerita teman saya menjadi inspirasi, dikolerasikan dengan gaya kekinian,” ujar Hermana HMT di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan No 5, Kamis (21/9/2017).

Berdasarkan penelusuran Tribun Jabar, banyak ditulis di sejumlah laman bahwa konon Munding Dongkol adalah sosok yang dipercaya warga yang bermukim di hulu Sungai Citarum.

Kabarnya kemunculan kerbau siluman ini biasanya terjadi ketika air Sungai Citarum akan meluap atau banjir.

Kemunculan kerbau siluman yang sedang berenang di tengah sungai dari arah hulu ke titik batas kekuasaannya, dipercaya sebagai pertanda akan datang banjir besar.

Menurut Hermana, jika dahulu Munding Dongkol berbentuk siluman kerbau, saat ini munding dongkol adalah sampah dan limbah pabrik.

Sampah dan limbah pabrik mampu menimbulkan marabahaya dan penyakit hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Pertunjukan teater Munding Dongkol merupakan kritik sosial terhadap maraknya alih fungsi lahan pertanian dan perkebunan, daerah resapan air bersih menjadi pemukiman di kawasan Bandung Utara.

Alih fungsi ini selain menyebabkan berkurangnya sumber air bersih juga menyebabkan banjir di kawasan Bandung tengah, timur dan selatan.

Di sisi lain kebiasaan buruk masyarakat dan perusahaan membuang sampah atau limbah ke sungai menyebabkan air sungai tercemar.

Hal ini tentu akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat di sekitar sungai dan ekosistem sungai. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here