Home Artikel Seni Warga “Beberesih” Mata Air Babakan Loa

Warga “Beberesih” Mata Air Babakan Loa

467
0
SHARE
Sumber Mata Air- Jl. Babakan Loa RW 7 Cimahi Utara

CIMAHI, (PRLM).- Peringatan Hari Air Sedunia dilakukan dengan aksi ‘beberesih’ di lokasi mata air di RW 7 Babakan Loa Kel. Pasirkaliki Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi, Sabtu (22/3/2014).
Aksi tersebut diharapkan menjadi bagian pemeliharaan mata air yang tersisa di Cimahi agar dapat dimanfaatkann secara optimal oleh masyarakat Cimahi.
Warga bersama anggota sanggar Bandungmooi melakukan kegiatan ‘beberesih’ lingkungan mata air Babakan Loa dengan menyapu dan mengumpulkan sampah serta mencabuti ilalang di sekitar mata air.
Warga juga mencat mushola yang menjadi ‘benteng pertahanan’ mata air Babakan Loa.
Menurut Ketua RW 7, Akim, dulunya terdapat 4 titik mata air di Babakan Loa. “Digerus oleh pembangunan mewah Setraduta, mata air ditutup dan tersisa satu titik. Itupun hasil penyelamatan warga,” katanya.
Debit air di mata air Babakan Loa tak terhingga. “Di musim kemarau sekalipun, debit airnya tak berkurang malah kualitasnya lebih bagus dan siap minum,” tuturnya.
Air dari mata air Babakan Loa selain dimanfaatkan warga sekitar juga kerap dimanfaatkan oleh warga dari berbagai kelurahan di Cimahi. Seperti Cigugur Tengah, Cibabat, Leuwigajah, sampai warga Sarijadi Kota Bandung. “Karena itu keberadaannya harus dipertahankan,” katanya.
Hal serupa diungkapkan oleh pimpinan Bandungmooi Hermana HMT. “Selain berkesenian, anggota sanggar juga harus bisa merasakan dan dirasakan manfaatnya oleh lingkungan. Karena itu, mereka turun ke lokasi mata air untuk melakukan penyelamatan lingkungan,” tuturnya.
Pembangunan dan alihfungsi lahan yang tidak berwawasan lingkungan menyebabkan mata air di Cimahi terus berkurang. Apalagi, Cimahi tak memiliki sumber air baku.
“Karena itu, kegiatan ini digelar dalam rangkaian Hari Air Sedunia untuk mengingatkan masyarakat bahwa Cimahi yang dulunya airnya berkecukupan harus diupayakan agar daya dukung lingkungan dapat membantu masyarakat mendapatkan air bersih yang layak. Ini tanggungjawab kita bersama,” kata Hermana. (A-158/A_88)***Doc. Pikiran Rakyat 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here