Home Pelatihan & Pertunjukan Bandoengmooi Kembangkan Pendidikan Non Formal Bidang Seni

Bandoengmooi Kembangkan Pendidikan Non Formal Bidang Seni

728
0
SHARE

LATAR BELAKANG

Manusia dalam hidupnya senantiasa selalu mengalami berbagai perubahan, khususnya karena pengalamannya, pengetahuannya dan kepentingannya. Oleh karena itu pengetahuan yang dimiliki manusia selalu dinamis sejalan dengan perjalanan waktu dan kebutuhannya. Dalam hal ini terjadilah proses yang disebut pendidikan, dan pendidikan tersebut akan terus berjalan selama manusia itu hidup dan sadar akan keberadaannya di suatu lingkungan.

Festival Seni Usungan Hari Jadi Kota Subang (4/4/2019 )- Bangbarongan Munding Dongkol – Bandoengmooi wakil Kota Cimahi

Lingkungan yang berfungsi melahirkan individu-individu terdidik bukan hanya lingkungan keluarga yang disebut juga lingkungan pertama, lingkungan sekolah yang disebut juga lingkungan kedua, tetapi juga lingkungan masyarakat yang disebut juga lingkungan ketiga. Peranan penting pendididkan pada lingkungan ketiga yang dikenal dengan lingkungan masyarakat atau pendidikan non formal dikarenakan manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia menjadi bagian dari pelbagai golongan dalam masyarakat, baik dengan sendirinya maupun dengan sengaja. Manusia dengan sendirinya adalah bagian dari keluarga, kota, negara dan kelompok agama. Tapi ada juga golongan yang dengan sengaja dimasuki seperti perkumpulan olah raga, serikat pekerja, koperasi, organisasi politik, perkumpulan kesenian dan lain-lain. Melalui kelompok-kelompok inilah pendidikan non formal dilakukan. Pendidikan non formal dapat menjadi pelengkap dari pendidikan formal, terlebih jika dikaitkan dengan keterbatasan-keterbatasan yang diakibatkan karena adanya krisis.

Pertunjukan Drama “Pakaian dan Kepalsuan” disadur Akhudiat di Technopark Cimahi (24/7/2019) – produksi Institut Langser Cimahi – Bandoengmooi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Sejalan dengan itu, sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajamen pendidikan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehinga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah dan berkesinambungan. Pendidikan non formal (PNF) merupakan upaya dalam rangka mendukung perluasan akses dan peningkatan mutu layanan pendidikan bagi masyarakat.

Salah satu upaya mewujudkan amanat tersebut di atas, setiap tahun kami komunitas seni yang bernama Bandoengmooi senantiasa menyelenggarakan pendidikan non formal dengan memberi pelatihan dasar seni musik tradisonal, tari tradisional, dan teater tradisional/medern pada masyarakat khususnya generasi muda setingkat remaja secara gratis (tampa dipungut biaya).

Bangbarongan Munding Dongkol Bandoengmooi – Sidang Palipurna DPRD Kota Cimahi – Hari Jadi Kota Cimahi 21/5/2019

Pada tahun 2019 inipun kami melakukan pendidikan non formal bidang seni dengan diakhiri evaluasi dalam bentuk pertunjukan seni, kolaborasi angota/perserta didik Bandoengmooi yang sudah lama dan bergabung menjadi anggota dengan yang peserta didik yang baru menyelesaikan pendidikan dasar.

 MAKSUD DAN TUJUAN

Harapan besar dari kegiatan ini mewujudnya karakter anak bangsa yang cerdas, kreatif, prudiktif, inovatif, penuh kehangatan, senantiasa mengusung kebersamaan, dan menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa. Disamping itu diharapkan pula tercipta:

  1. Partisipan saling mendidik atau mengajar satu sama lain atau dapat berbagi pengalaman.
  2. Tumbuhnya rasa percaya diri pada setiap individu yang terlibat.
  3. Memaksimalkan daya imajinasi dan kretifitas. Karena imajinasi dan kreativitas kitalah yang akan membuka pintu menuju kemajuan, menuju produk baru dan pelayanan baru, menuju pasar dunia yang baru, menuju cara komunikasi yang baru, menuju cara-cara baru melestarikan lingkungan dan sumber daya alam kita. Imajinasi dan kreativitas kitalah yang akan menghadirkan hal-hal yang lebih indah, lebih berirama.
Pemain Bangbarongan Bandoengmooi bersalaman dengan Ajay M Priatna Walikota Cimahi di Kegiatan Kariyaan Agustusan Dewan Seni Budaya Kota Cimahi (25/8/2019)

BENTUK KEGIATAN

 Adapun kegiatan yang diusung berupa:

  1. Pendidikan Non Formal Seni Musik Tradiasonal, Tari Tardisonal, dan Teater Tradional/Modern pada remaja. (Tanpa dipungut biaya)
  2. Gelar Pertunjukan Seni
Perserta Magang/PKL SMKN 10 Bangdung Bersama Kang Uci RT di Car Free Daya Kota Cimahi

WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Setelah melakukan Pelatihan Dasar Acting pada program Pendidikan non formal gelombang I di bulan Januari – April 2019, pada gelambang II tahun 2019 program Pendidikan Non Formal digelar berupa kolaborasi masyarakat  dengan  siswa-siswi SMK Negeri 10 Bandung yang magang dari tanggal 1 Agustus s/d 30 Oktober 2019 di Sanggar Seni Bandoengmooi Jl. Babakan Loa RT 02 RW 7, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.

Dalam kegitan ini semua peserta didik berproses dan peserta yang magang selama 3 bulan menginap di Sanggar Seni Bandoengmooi. Adapun beberapa evaluasi dilakukan dalam bentuk pertunjukan, diantaranya:

  • Pertunjukan Drama – Pakaian dan Kepalsual – Institut Longser Cimahi-Bandoengmooi – 24 Juli 2019 di Gedung Technopark Cimahi.
  • HAJAT LEMBUR – Rampak Dalang – Dalang Yuda Deden Kosasih dan Peserta PKL SMKN 10 Bandung – Tanggal 14 September 2019 – di Halaman Sekretariat Bandoengmooi.
  • BENCLANG-BENCLUNG – Longser Bandoengmooi & Peserta PKL SMKN 10 Bandung – Tanggal 26 September 2019 – Hari Jadi Bandoengmooi ke 23 Tahun di Museum Kota Bandung.
  • JURAGAN KUMED – Teater Modern Bandoengmooi & Peserta PKL SMKN 10 Bandung – Tanggal 28 Oktober 2019 – di Gedung Kesenian Rumentang Siang Kota Bandung.

KONSEP KEGIATAN

Menengok dan mengangkat lokalitas dalam kekinian adalah hal penting dalam menunjukan identitas budaya bangsa, pengetahuan dan pengalaman menyelami budaya global menjadi pisau bedah dalam mengautkan nilai-nilai lokal yang didorong menjadi bagian dari masyarakat global.

Seni dibangun bukan sebagai tontonan semata, namun masti menjadi tuntunan, dapat membangun kebersamaan yang utuh, melahirkan harapan-harapan baru, dan memberi citra positif bagi pemajuan kebudayaan daerah dan nasional, memberikan spirit, tingkatkan kecerdasan, tingkatkan kreatifitas, tingkatkan produktifitas, dan berdaya guna bagi kehidupan masyarakat luas dalam membangun kesadaran sosial, juga bangun kesadaran lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here