Home Berita Seni PPSI dan Komite Pencak Silat DKKC Lakukan Silaturahmi Pelaku Pencak Silat Kota...

PPSI dan Komite Pencak Silat DKKC Lakukan Silaturahmi Pelaku Pencak Silat Kota Cimahi

256
0
SHARE
Silaturahmi Pelaku Pencak Silat di Strudio Bandoengmooi (12/12/2020)

KOTA CIMAHI – Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Bogota, Kolombia, pada Kamis, 12 Desember 2019 telah menetapkan usulan Indonesia yaitu Tradisi Pencak Silat  (Traditions of Pencak Silat) ke dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity, UNESCO.

Penetapan Tradisi Pencak Silat Indonesia sebagai Warisan Takbenda oleh UNESCO disambut baik oleh pelaku dan semua stakeholder yang peduli Pencak Silat seluruh indonesia. Dalam peringatan 1 tahun penetapan tersebut, Sabtu 12 Desember 2020 Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kota Cimahi dan Komite Pencak Silat Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) lakukan silaturahmi pelaku pencak silat se Kota Cimahi di Studio Mini Bandoengmooi, Jl. Babakan Loa RT 02 RW07 Kel. Pasirkali, Kec. Cimahi Utara Kota Cimahi.

Kegiatan dalam bentuk obrolan santai mengenai perkembangan pencak silat di Kota Cimahi juga menampilkan atraksi Pencak Silat dari beberapa perguruan.

Ada empat aspek Pencak Silat, yakni mental-spiritual, pertahanan diri, seni, dan olahraga, yang membuatnya tercatat sebagai salah satu warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) masyarakat Indonesia.

“Diwadihinya pencak silat di DKKC adalah hal baru karena selama ini Pencak Silat di Cimahi terutama di dinas terkait masuk ke dalam olahraga saja, tidak di dalam bidang kebudayaan. Dengan adanya komite Pencak Silat di DKKC menunjukan bahwa Pencak Silat adalah bagian dari bidang kebudayaan sama seperti halnya seni, permainan tradisonal dan lain-lain,” ujar Iis, Ketua Komite Pencak Silat DKKC.

Sementarara itu Ahmad Sobur (Aang) pimpinan Perguruan Pencak Silat Kidang Kecana Kota Cimahi mengatakan, dengan ditetapkannya pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) berharap perhatian pemenritah pada Pencak Silat, perguruan Pencak Silat semakin meningkat, begitu juga perguruan-perguruan Pencak Silat terus bersemangan melakukan pewarisan Pencak Silat pada generasi muda agar pengakuan dari UNESCO bisa dipertahankan dan tidak menjadi milik bangsa lain.

“Kami tidak meminta perhatian lebih dari pemerintah Kota Cimahi. Setidaknya kami bisa difasitasi berupa matras, seperangkat kendang pencak dan gamelan untuk kegiatan bersama di luar kegitan yang diselenggarakan pemerintah. Matras penting untuk melindungi para pelaku Pencak Silat dari cedra keteka sedang melakukan atraksi, dan gamelan penting pula agar kami bisa berinovasi dalam mengembangkan Pencak Silat dan musiknya,” ungkap Aang.*I-HMT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here