Home Berita Seni PENANGKAPAN JANTE ARKIDAM HEBOHKAN IMAH SENI CIMAHI

PENANGKAPAN JANTE ARKIDAM HEBOHKAN IMAH SENI CIMAHI

515
0
SHARE

SinergiNews – Kota Cimahi, 31/03/2022. Jante Arkidam adalah seorang jagoan (atau bisa disebut preman atau residivis) yang sangat disegani dan ditakuti. Dia adalah momok bagi si kaya dan institusi penyimpan harta. Meski disimpan serapat mungkin, tapi usaha itu tak berguna, karena dialah Jante Arkidam.

Dia sangat sakti, terbukti dari penggambaran, “Tajam tangannya lelancip gobang.” Bahkan, “Dinding tembok hanyalah tabir embun. Lunak besi di lengkungannya. Tubuhnya lolos di tiap liang sinar.”

Dan pada suatu malam, beraksilah dia. “Malam berudara tuba. Jante merajai kegelapan. Disibaknya ruji besi pegadaian.” Setelah itu, dia pun berpesta pora sambil sesumbar memanggil-manggil mantripolisi dan wedana.

Dengan takut-takut, mantripolisi dan wedana saling berpandangan. Dengan sedikit tak percaya, mereka berkata, “Telah dibongkarnya pegadaian malam tadi/Dan kini ia menari!” Bahkan selanjutnya Arkidam malah balik menantang, “Aku, akulah Jante Arkidam. Siapa berani melangkah kutigas tubuhnya batang pisang. Tajam tanganku lelancip gobang. Telah kulipat rujibesi.”

Meski demikian, tak ada yang berani menangkapnya. Pesta dan perjudian pun tetap berlanjut dengan dimeriahkan tarian ronggeng. Sloki demi sloki minuman keras ditenggaknya. Hingga ketika dia telah mabuk dan tak sadarkan diri, barulah maling sakti itu diringkus.

Keseruan “pintonan” cerita Jante Arkidam karya Ajip Rosidi mampu menghipnotis penonton untuk turut bersenandung. Iringan “Dug dudimpak duding dung gem, dug dudimpak duding dung gem, dug dudimpak duding dung gem,” menghangatkan monolog epik yang dibawakan Hermana HMT, S.Sn.

Pada peringatan Hari Teater se Dunia tahun ini, DKKC (Dewan Kebudayaan Kota Cimahi) menggelarnya dipelataran Imah Seni Kota Cimahi pada Kamis, 31 Maret 2022.

Selain monolog berbahasa Sunda dari Ketua DKKC (Hermana HMT), Ki Sastro pun turut tampil dengan membawakan puisi ciptaannya berjudul Derana dan Harapan.

Konten utama dalam kegiatan ini adalah OSPEK (Obrolan Seputar Kebudayaan). Dian Ardiansyah selaku sutradara/aktor teater dan Dede Syarif HD selaku pelaku/pengajar seni selaku narasumber mengangkat topik “Teater di Dunia Pendidikan, Teater di Masa Pandemi dan Pasca Pandemi” dipandu oleh Almira Nurfarisi Sugiarto sebagai moderator.

Dian berharap para pelaku teater Kota Cimahi tidak terpaku pada keberadaan gedung-gedung kesenian. “Gunakanlah ruang-ruang publik terbuka, agar lebih bebas dalam berkepresi dan tidak terbelenggu oleh aturan-aturan, apalagi pada masa pandemi ini. Dan yang terpenting adalah penggiat teater harus mampu mengembangkan jejaring,” ungkapnya.

Senada dengan narasumber sebelumnya, Dede Syarif HD pun berpesan agar hari teater harus terus diperingati dan tidak monoton.

“Insan teater harus mampu ciptakan harmoni dan harus bisa kaderisasi pada generasi muda,” tandas Dede yang juga pemilik dari Visi Sinema Pro.***

Penulis/Penyunting: Fajar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here