Home Berita Seni Kritisi Masalah Narkoba dan Korupsi Melalui Pertunjukan Teater

Kritisi Masalah Narkoba dan Korupsi Melalui Pertunjukan Teater

210
0
SHARE

CIMAHI – Komunitas budaya Bandoengmooi Kota Cimahi gelar pertunjukan teater “Siluman Monyet Bodas”. Pertunjukan yang sarat dengan kritik sosial tentang narkoba, pelecehan seksual dan korupsi ini digelar, Jumat 21 Oktober 2022 pukul 15.30 wib. di Bengkel Kreatif Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi, Gang Awi Tali 7  RT/RW 02/09 Ciawitali, Citeureup, Kota Cimahi.

Pemilik Bengkel Kreatif dan ketua Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi, Hermana HMT mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya menghidupkan tempat baru kami sebagai ruang publik untuk berproses dan mengembangkan kebudayaan bersama pelaku budaya yang aktif di komunitas sendiri, komunitas budaya lain dan masyarakat sekitarnya.

“Dari tempat baru ini diharapkan kami bisa bersama-sama melakukan pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan Kebadayaan daerah dan kebudayaan nasional,” ujarnya.

Lanjut Hermana, di tempatnya sekarang ia sedang mempersiapkan pelatihan bagi anak-anak untuk lebih mengenal budaya lokalnya seperti permainan rakyat, teater rakyat (Longser), dan seni lainnya yang berhubungan dengan air dan lingkungan hidup.

“Selain itu tempat baru ini kami fungsikan sebagai tempat pemberdayaan masyarakat, mengembangkan kreatifitas bukan saja seni pertunjukan tapi semua yang berhubungan dengan ekonomi kreatif lainnya seperti seni kriya, bahkan bisa digunakan untuk kegiatan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, dan kegiatan lainnya. Maka tempat itu kami sebut Bengkel Kreatif,” ungkapnya.

Mengenai pertunjukan teater Silumat Moyet Bodas menurut Hermana merupakan kegiatan kali kedua yang dilakukan di Bengkel Kreatif Yayasan Kebudayaan Bandoeng Mooi.

“Kegiatan pertama adalah pergelaran seni Reog Sunda (Dogdog) dan teater berjudul Jugun Ianfu sekaligus peluncuran tempat baru kami pada 25 September 2022 dan melakukan perayaan hari jadi komunitas kami Bandoengmooi yang berdiri sejak 26 September 1996,” jelasnya.

Sementara itu, Sutradara sekaligus Penata Musik pertujukan Teater Siluman Monyet Bodas, Selamet Oki Pratomo menyatakan, kegiatan ini selain melibatkan personil Bandoengmooi juga didukung oleh siswa/I SMKN 10 Bandung yang melakukan Praktek Kerja Lapangan di Bandoengmooi selama 3 bulan.

“Pertunjukan ini juga bagian dari resital atau evaluasi akhir siswa/I SMKN 10 Bandung selama menggali pengalaman dan ilmu di luar institusi pendidikan formal,” ungkap Oki.

Menurunya, naskah Siluman Monyet Bodas yang ditulis Hermana HMT ini mengisakan persoalan di suatu daerah yang para remajanya mulai banyak terlibat menjadi pengguna narkoba, dan efek dari mengkonsumsi narkoba menyebabkan terjadinya penyimpangan prilaku termasuk melakukan pelcehan seksual terhadap kaum perempuan oleh remaja laki-laki pemakai narkoba.

Persoalan terus bergulir, selesai kasus narkoba muncul lagi kasus baru. Penduduk dilanda ketakutan dengan kemunculan monyet Bodas (putih) di kampungnya yang dipercaya sebagai penjelmaan siluman atau mahluk gaib, yang hampir tiap malam melakukan penculikan terhadap gadir perawan.

Namun setelah diselediki ternyata Silumat Monyet Bodas adalah monyet jadi-jadian yang dilakukan oleh 2 orang kepercayaan seorang Kuwu untuk menakuti warga dalam upaya pengalihan isu. Agar Kuwu yang disinyalir Korupsi uang pembangunan di wilayahnya teralihkan dan penduduk desa tidak mencurigai dan melupakan kasus kurupsi yang sedeng hangat digunjingkan.

“Secara bentuk garap, pertunjukan teater saya buat dengan suasana candaan di warung kopi. Polanya seperti Longser, pemain dan penonton tidak berjarak, dialog yang ringan, dibumbui humor, serta aktor dan aktris merangkap jadi pemusik dan penari. Dialog kami gunakan bahasa Sunda dan menyebutnya pertunjukakan ini Banyolan Longser (Balong),” tuturnya.

Tambahnya, pada kesempatan ini ia mencoba musik pengiringnya gunakan musik band. Oki mencoba menggali kencederungan pemain yang senang dan akrab pada musik dan tari modern. Maka musik dan tarian modern menjadi penunjang utama dalam garapan teaternya.

“Konsep kami sekarang ini mencoba keluar dari konsep garap longser yang biasa Bandoengmooi lakukan (teater tradisional). Kami menjajaki kemungkinan-kemungkinan baru, tapi diharapkan tetap bisa menghibur dan pesan cerita sampai pada penonton,” pungkasnya.**

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here